English English

Bahasa Indonesia

Penulis

  • Ayustyawati . Universitas Negeri Surabaya
  • Warih Handayaningrum Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

English

Abstrak

Tari lokal tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pedagogis dalam pembentukan karakter. Meskipun demikian, kajian empiris yang menelaah bagaimana koreografi lokal merepresentasikan dan mentransmisikan nilai-nilai pendidikan dalam konteks pendidikan seni formal masih relatif terbatas. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Sayuk karya Renny Nurwitadiarti serta menganalisis integrasinya dalam pembelajaran Seni Budaya di salah satu sekolah menengah pertama di Indonesia. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran di kelas, wawancara semi-terstruktur dengan koreografer yang sekaligus berperan sebagai guru Seni Budaya dan peserta didik kelas VII, serta analisis terhadap dokumentasi pembelajaran dan pementasan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas penelitian dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian mengidentifikasi lima nilai pendidikan yang saling berkaitan, yaitu toleransi, gotong royong, disiplin, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui keselarasan gerak kelompok, pola lantai, kostum, iringan musik, serta penggunaan simbolis tempat sampah berbahan besek bambu dan sapu lidi. Tari Sayuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran melalui kegiatan apresiasi tari, praktik gerak yang telah disederhanakan, latihan kolaboratif, refleksi, dan pementasan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berfokus pada kearifan lokal. Bukti yang diperoleh melalui observasi dan wawancara menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut mendukung penguatan sikap kerja sama, tanggung jawab, disiplin, kesadaran lingkungan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa koreografi lokal dapat dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran kontekstual yang menghubungkan kompetensi artistik dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai lingkungan. Penelitian ini juga menegaskan peran pedagogis penciptaan tari berbasis sekolah dalam mempertahankan pengetahuan budaya lokal dan mendukung pendidikan seni yang berlandaskan konteks budaya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adjie, M. K. S., Hartono, & Lanjari, R. (2025). Pendidikan seni berbasis komunitas sebagai sarana pemberdayaan sosial di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36300

Awalini, T., Handayaningrum, W., & Suryandoko, W. (2023). Pendidikan seni rupa di Indonesia: Sejarah, peran, dan tantangan masa depan. PRASI: Jurnal Pendidikan Seni, 18(2). https://doi.org/10.23887/prasi.v18i02.63181

Cote-Laurence, P., & Chen, S. (2003). Fostering critical thinking in dance education: A dynamic teacher education model. In S. Tangsujjapoj (Ed.), Towards the development of sport industry in Asia: Proceedings of the 4th ICHPER.SD Asia Congress (pp. 64–68). Thai Association of Health, Physical Education and Recreation.

Gardner, H. (2006). Multiple intelligences: New horizons in theory and practice. Basic Books.

Hadi, Y. S. (2007). Kajian tari: Teks dan konteks. Pustaka Book Publisher.

Haidt, J. (2012). The righteous mind: Why good people are divided by politics and religion. Pantheon Books.

Jazuli, M. (2023). Mandala pendidikan seni (The mandala of art education). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 6(3). https://doi.org/10.15294/harmonia.v6i3.808

Kusumo, S. W. (2002). Tari dan budaya: Esensi, fungsi, dan estetika. Pustaka Jaya.

Lickona, T. (2012). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.

Marzuki, S. (2012). Pendidikan nonformal: Dimensi dalam keaksaraan fungsional, pelatihan, dan andragogi. Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2007). Menjadi guru profesional: Strategi meningkatkan kinerja guru. Remaja Rosdakarya.

Noddings, N. (2010). The challenge to care in schools: An alternative approach to education (2nd ed.). Teachers College Press.

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus bahasa Indonesia. Pusat Bahasa.

Republik Indonesia. (1989). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Keuangan.

Diterbitkan

2026-07-16

Cara Mengutip

., A., & Handayaningrum, W. (2026). English English: Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 14(1). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/80921
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >> 

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.