Pendekatan Kontekstual dalam Pendidikan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal di SMA Negeri 18 Surabaya
Kata Kunci:
Pembelajaran seni budaya, budaya lokal, kurikulum merdeka, pendidikan seni, SMAAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana SMA Negeri 18 Surabaya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran seni dan budaya, menjelaskan sinergi antara guru dan siswa dalam implementasinya, dan menganalisis hasil pembelajaran sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari Maret hingga April 2026 melalui observasi kelas di kelas X-7 dan XI-3, wawancara mendalam dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru seni, satu guru bahasa daerah, dan dua siswa, serta dokumentasi rencana pembelajaran dan dokumen sekolah. Data dianalisis melalui reduksi, tampilan, dan penarikan kesimpulan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Temuan menunjukkan bahwa budaya lokal diintegrasikan melalui materi tari Remo, kerajinan keramik, karawitan, media pembelajaran digital, fasilitas pembelajaran, dan pameran kelas 5 bertema kearifan lokal. Sinergi guru-siswa menjadi lebih kuat ketika pembelajaran bergerak menuju praktik, demonstrasi, dan kerja proyek, meskipun makna budaya belum terinternalisasi secara merata. Hasil pembelajaran tercermin dalam karya seni visual, pertunjukan tari, dan munculnya apresiasi awal siswa terhadap budaya lokal. Tantangan utama meliputi dominasi budaya populer, keterbatasan waktu praktik, dan integrasi yang belum lengkap antara pendidikan seni dan pembelajaran bahasa daerah. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran seni dan budaya di SMA Negeri 18 Surabaya telah menjadi media untuk melestarikan budaya lokal, meskipun refleksi yang lebih kuat dan integrasi interdisipliner masih dibutuhkan.
Unduhan
Referensi
Ismiyanto, P. S. (2014). Metodologi Penelitian Pertunjukan Seni dan Pendidikan Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Puteri, A. R. (2024). Digitalization of cultural heritage in secondary education: Opportunities and structural barriers. Journal of Urban Arts Education, 12(2), 145-159.
Rohidi, T. R. (2014). Pendidikan Seni: Isu dan Paradigma. Semarang: Cipta Prima Nusantara.
Soehardjo, A. J. (2012). Pendidikan Seni: Strategi Penataan dan Pengembangan Kurikulum. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-07-04 (3)
- 2026-07-04 (2)
- 2026-07-04 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sendratasik

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0



