MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA EKSTRAKURIKULER SENI TARI DALAM MENGUKIR PRESTASI DI SMP PGRI 1 BUDURAN SIDOARJO

Penulis

  • natasya dwi amalia putri Surabaya
  • Warih Handayaningrum

Kata Kunci:

Pembelajaran seni tari, Pembelajaran berbasis proyek

Abstrak

Pembelajaran ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana pengembangan potensi peserta didik di luar kegiatan pembelajaran intrakurikuler. Pada bidang seni tari, kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan menari, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dinilai mampu mengakomodasi tujuan tersebut adalah Project Based Learning (PjBL). Model pembelajaran ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam menyelesaikan suatu proyek yang menghasilkan karya nyata sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo serta mendeskripsikan hasil penerapan model tersebut dalam mendukung prestasi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan kepala sekolah, guru koordinator ekstrakurikuler, pelatih seni tari, serta peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning dilaksanakan melalui enam tahapan utama, yaitu penentuan proyek, penyusunan langkah penyelesaian proyek, penyusunan jadwal kegiatan, pelaksanaan proyek dengan pendampingan guru, presentasi hasil proyek, serta evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Model pembelajaran tersebut menghasilkan berbagai karya tari, salah satunya Tari Prasung Suran yang dipersiapkan dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Selain menghasilkan karya tari, penerapan PjBL juga mampu meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik, yang tercermin dari meningkatnya pemahaman materi, keterampilan teknik gerak, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta kepercayaan diri dalam mengikuti berbagai kegiatan pertunjukan dan kompetisi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Sage Publications.

Kemendikbud. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rusman. (2017). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Thomas, J. W. (2000). A Review of Research on Project-Based Learning. San Rafael, CA: Autodesk Foundation.

Diterbitkan

2026-08-03

Cara Mengutip

amalia putri, natasya dwi, & Handayaningrum, W. (2026). MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA EKSTRAKURIKULER SENI TARI DALAM MENGUKIR PRESTASI DI SMP PGRI 1 BUDURAN SIDOARJO. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 14(2). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/80918
Abstract views: 1 , PDF Downloads: 0

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >> 

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.