Hubungan antara Subjective Well-Being dengan Tingkat Kecemasan Lansia di Posyandu Lansia
DOI:
https://doi.org/10.26740/cjpp.v11n2.p982-995Keywords:
Kecemasan, Lansia, Subjective well-being, Posyandu lansiaAbstract
Masa tua merupakan masa akhir dari proses perkembangan manusia yang dimulai dari usia 60 tahun hingga akhir hayat. Masalah psikososial yang sering dialami oleh lansia adalah kecemasan umum yang disebabkan oleh berbagai hal. Pada masa lansia, subjective well-being penting dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Memperhatikan masalah-masalah yang dialami lansia, maka di Indonesia mengupayakan peningkatan kesejahteraan lansia melalui posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara subjective well-being dengan tingkat kecemasan lansia di posyandu lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu, posyandu lansia RW 14, Desa Ngringo, Jawa tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 126 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner berbentuk skala likert. Alat ukur yang digunakan adalah skala The Modified BBC Subjective Well-Being (BBC-SWB) dan skala Geriatric Anxiety Scale (GAS). Teknik analisis menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan data berdistribusi normal, kedua variabel linear dengan nilai signifikansi 0.001, dan kedua variabel berbanding terbalik yang ditunjukan dengan hasil pearson correlation negatif (-). Kesimpulan lansia memiliki tingkat subjective well-being yang tinggi dan tidak memiliki kecemasan yang berarti dan hubungan kedua variabel bersifat negatif. Artinya bila subjective well-being tinggi maka kecemasan lansia rendah, dan apabila subjective well-being rendah maka kecemasan lansia tinggi
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
Copyright in any article is held by the author.
The author grants the journal, publication rights with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in an institutional repository or on their website) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

