Hubungan antara Religiusitas dengan Komitmen Organisasi pada Organisasi Mahasiswa

Penulis

  • Haikal Muhammad Al Ghifari Universitas Negeri Surabaya
  • Yohana Wuri Satwika Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n03.p784-791

Kata Kunci:

komitmen organisasi, mahasiswa, organisasi mahasiswa, religiusitas

Abstrak

Religi adalah pedoman hidup yang mengarahkan manusia agar berkehidupan lebih baik, sehingga orang yang memiliki religiusitas yang baik patutnya berperilaku dengan baik juga. Namun, ada fenomena di organisasi yang bernuansa religi pun ternyata tidak menjamin seluruh anggotanya berperilaku sesuai nilai integritas dari religi itu sendiri, salah satunya adalah komitmen dalam berorganisasi yang sejalan dengan nilai amanah dalam beragama. Pada organisasi non-profit, komitmen anggota memang seringkali menjadi masalah karena mengandalkan tenaga sukarela tanpa imbalan finansial. Seharusnya, religiusitas dapat digunakan sebagai jangkar moral internal untuk menggantikan peran insentif finansial demi menjaga loyalitas anggota, guna keberlanjutan dan pengembangan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan komitmen organisasi pada mahasiswa pengurus organisasi mahasiswa. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasi non-parametrik Spearman’s Rho dengan subjek penelitian sebanyak 80 fungsionaris aktif yang diperoleh melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan adaptasi Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan Organizational Commitment Questionnaire (OCQ). Analisis menunjukkan nilai korelasi r = 0,374 dengan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan pada tingkat kekuatan hubungan yang cukup. Religiusitas berkontribusi sebesar 13,9% terhadap komitmen organisasi, di mana dimensi komitmen afektif menjadi yang paling dominan, sementara dimensi ideologi pada religiusitas tidak berkorelasi signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas memang memiliki korelasi dengan komitmen organisasi pada mahasiswa, namun tidak bisa mengandalkan hal tersebut saja. Organisasi perlu memperkuat praktik keagamaan kolektif guna membangun ikatan  afektif dan menginternalisasi nilai amanah agar mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk bertahan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Allen, N. J., & Meyer, J. P. (1990). The measurement and antecedents of affective, continuance and normative commitment to the organization. Journal of Occupational Psychology, 63(1), 1–18. https://doi.org/10.1111/j.2044-8325.1990.tb00506.x

Allport, G. W., & Ross, J. M. (1967). Personal religious orientation and prejudice. Journal of Personality and Social Psychology, 5(4), 432–443. https://doi.org/10.1037/h0021212

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Farrukh, M., Wei Ying, C., & Abdallah Ahmed, N. O. (2016). Organizational commitment: Does religiosity matter? Cogent Business and Management, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.1080/23311975.2016.1239300

Glock, C. Y., & Stark, R. (1974). American Piety: The Nature of Religious Commitment. University of California Press.

Huber, S., & Huber, O. W. (2012). The Centrality of Religiosity Scale (CRS). Religions, 3(3), 710–724. https://doi.org/10.3390/rel3030710

Luan, X., Song, H., & Kim, T. (2020). The influence of organizational culture and religiosity on organizational commitment. The Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(12), 1017–1026. https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no12.1017

McCormick, L., & Donohue, R. (2019). Antecedents of volunteer commitment: A student-volunteer perspective. Nonprofit Management and Leadership, 29(4), 563–581. https://doi.org/10.1002/nml.21345

Mehdad, A., & Iranpour, M. (2014). Relationship between religious beliefs, workplace happiness and organizational commitment. Knowledge & Research in Applied Psychology, 15(2), 562–568.

Meyer, J. P., & Allen, N. J. (1991). A three-component conceptualization of organizational commitment. Human Resource Management Review, 1(1), 61–89. https://doi.org/10.1016/1053-4822(91)90011-Z

Meyer, J. P., & Herscovitch, L. (2001). Commitment in the workplace: Toward a general model. Human Resource Management Review, 11(3), 299–321. https://doi.org/10.1016/S1053-4822(00)00053-X

Steers, R. M., & Porter, L. W. (1983). Motivation and Work Behavior. McGraw-Hill.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Wang, R. (2022). Organizational commitment in the nonprofit sector and the underlying impact of stakeholders and organizational support. VOLUNTAS: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organizations, 33(3), 538–549. https://doi.org/10.1007/s11266-021-00336-8

Yusuf, R. M., & Syarif, D. (2017). Komitmen Organisasi: Definisi, Dipengaruhi dan Mempengaruhi. Nas Media Pustaka.

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Al Ghifari, H. M., & Satwika, Y. W. (2026). Hubungan antara Religiusitas dengan Komitmen Organisasi pada Organisasi Mahasiswa. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 13(03), 784–791. https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n03.p784-791
Abstract views: 100 , PDF Downloads: 7

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >> 

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.